Belajar Syarat Sah Wudhu

Sahabat Ikhlas Beramal yang selalu bersemangat untuk menambah wawasan keislaman, semoga kita semua dirahmati Allah. Ibadah merupakan sesuatu yang harus kita kerjakan sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah S.W.T. Bukankah tujuan Allah menciptakan manusia dan jin adalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya?

Salah satu ibadah yang harus dilakukan umat Islam adalah shalat. Berbeda dengan melakukan ibadah-ibadah yang lain, sebelum seseorang mendirikan shalat ia harus berwudhu terlebih dahulu. Selain dilakukan sebelum shalat, wudhu juga dilakukan sebelum menyentuh Al Quran dan beri’tikaf di masjid. Nah, bagaimana tata cara pelaksanaan wudhu? Dalam wudhu dikenal istilah syarat sah wudhu, rukun wudhu atau fardhu wudhu, sunah wudhu, serta hal-hal yang membatalkan wudhu. Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang syarat wudhu terlebih dahulu.

Syarat sah wudhu adalah hal yang harus dipenuhi ketika seseorang akan melakukan wudhu, namun bukan bagian dari perbuatan wudhu itu sendiri. Jika salah satunya tidak terpenuhi maka wudhunya tidak sah. Adapun syarat wudhu menurut kitab Kifayatul Akhyar adalah sebagai berikut:
  1. Islam, artinya jika seseorang yang tidak beragama Islam berwudhu maka perbuatan tersebut tidak dianggap sebagai wudhu atau wudhunya tidak sah.
  2. Mumayiz, maksudnya seseorang yang berwudhu tersebut dapat membedakan antara yang baik dan yang benar.
  3. Air suci. Air yang digunakan untuk berwudhu harus air suci dan mensucikan, bukan air musta’mal maupun air mutannajis. Keterangan lebih lanjut mengenai jenis air yang dapat digunakan untuk bersuci bisa dibaca di artikel Macam-Macam Air untuk Bersuci.
  4. Tidak ada penghalang antara air dan anggota wudhu yang dibasuh. Sebelum berwudhu, jika pada anggota badan yang akan dibasuh air wudhu masih terdapat cat, getah, permen karet, kutek kuku, atau benda-benda  sejenisnya, maka harus dihilangkan terlebih dahulu. Tujuannya adalah supaya air wudhu dapat mengenai anggota wudhu. Jika ada sebagian anggota wudhu yang terhalangi oleh benda-benda tersebut sehingga tidak basah maka wudhunya tidak sah.
Saat ini memakai pacar Arab, jenis pewarna kuku yang bukan cat tetapi hanya pewarna saja, bagi seorang muslimah sepertinya menjadi trend. Bagaimana ketika mereka berwudhu? Apakah wudhunya sah? Menurut pendapat kebanyakan ulama, wudhunya seorang perempuan yang menggunakan pacar Arab dianggap sah sebab air wudhu tetap bisa mengenai anggota wudhu.
Demikian pembahasan materi mengenai Syarat Sah Wudhu, semoga dapat memberikan manfaat untuk Sahabat Ikhlas Beramal.

Wallahu a’lam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar Syarat Sah Wudhu"

Post a Comment