Rukun Wudhu atau Fardhu Wudhu

Sahabat Ikhlas Beramal yang masih semangat mencari ilmu di tengah-tengah kesibukan. Semoga Allah memanjangkan usia kita untuk taat kepada-Nya. Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai syarat sah wudhu. Kali ini akan dibahas tentang Rukun Wudhu.

Rukun wudhu disebut juga fardhu wudhu, yaitu segala amalan yang harus dikerjakan saat wudhu, tidak boleh ditinggalkan. Rukun wudhu ada berapa? Menurut kitab Kifayatul Akhyar rukun wudhu ada 6, yaitu:
  1. Niat. Sebagaimana diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya, “sesungguhnya amal itu harus dengan niat”. Misalnya seseorang melakukan perbuatan menyerupai wudhu namun tidak diniati melakukan wudhu maka perbuatan tersebut tidak dianggap wudhu. Niat dilakukan saat pertma kali membasuh anggota wudhu yang merupakan rukun wudhu. Artinya, niat dilakukan saat membasuh muka pertama kali. Mengapa niat tidak dilakukan saat menggosok-gosok telapak tangan sebelum wudhu ataupun saat berkumur? Sebab menggosok-gosok tangan sebelum wudhu maupun berkumur bukanlah rukun wudhu. Mengenai pendapat para ulama berkaitan niat wudhuakan dibahas lebih rinci pada artikel berjudul Penjelasan Niat Wudhu. 
  2. Membasuh muka. Dasar pelaksanaan membasuh muka saat wudhu adalah ayat Al Quran yang artinya, “maka basuhlah mukamu”. Adapun batasan muka yang harus dibasuh adalah jidat sampai dagu dan telinga kanan sampai telinga kiri.
  3. Membasuh kedua tangan. Bagian tangan yang harus dibasuh adalah kedua telapak tangan sampai siku. Dasar pelaksanaannya adalah ayat Al Quran yang artinya, “dan tanyanmu sampai siku”. Selain itu juga hadis yang artinya, “sesungguhnya Nabi meratakan air padakedua sikunya lalu beliau bersabda: inilah wudhu, dimana Allah tidak menerima shalat kecuali dengan wudhu ini”. Saat membasuh tangan ini perlu kehati-hatian, artinya semua bagian tangan harus terkena air. Jangan sampai celah-celah jari tangan masih kering karena belum terkena air. Demikian juga bawah kuku, bagian tersebut harus dikenai air.
  4. Mengusap sebagian kepala. Rukun wudhu keempat ini berdasarkan ayat Al Quran yang artinya, “dan usaplah kepalamu”. Ayat ini tidak diartikan mengusap seluruh kepala, namun hanya sebagian kepala. Dasarnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya, “sesungguhnya Nabi SAW wudhu dan mengusap ubun-ubunnya dan mengusap dua khuf (sarung kaki)”.
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Dasar pelaksanaan rukun wudhu yang kelima ini adalah ayat Al Quran yang artinya, “dan kakimu sampai dua mata kaki”. Selain ayat tersebut juga hadis nabi yang artinya, “maka Nabi membasuh kaki kanannya sampai ke dua mata kaki dan kaki kirinya demikian juga.”
  6. Tertib, yaitu melakukan amalan wudhu dengan urut, tidak boleh dilakukan secara acak.

Demikian pembahasan mengenai Rukun Wudhu, semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rukun Wudhu atau Fardhu Wudhu"

Post a Comment