Taharah Sebelum Beribadah dalam Islam

Sebelum melaksanakan ibadah seseorang harus dalam keadaan suci. Untuk mensucikan diri seseorang harus melakukan taharah terlebih dahulu. Apa yang dimaksud dengan taharah?

Taharah secara bahasa berarti bersih.  Ada pula yang mengistilahkan taharah dengan bersuci. Adapun secara istilah syariat taharah artinya menghilangkan hadas atau najis atau perbuatan yang dianggap seperti menghilangkan hadas atau najis namun pada dasarnya tidak berfungsi demikian. Misalnya, basuhan yang kedua dan ketiga dalam mandi sunat, memperbarui wudu, serta melakukan tayamum. Semua itu tidak dianggap sebagai upaya menghilangkan hadas dan najis, namun bentuk amalannya menyerupai menghilangkan hadas dan najis.

Apa saja yang dapat digunakan untuk bersuci? Salah satunya adalah air. Air yang dapat digunakan untuk bersuci terbagi dalam tujuh macam, yaitu:

1. Air hujan, sebagian orang menyebutnya dengan air langit
Dalil yang menunjukkan bahwa air hujan dapat digunakan untuk bersuci adalah firman Allah surat Al Anfal ayat 11 yang artinya:
Dan Ia menurunkan kepadamu air dari langit agar mensucikanmu dengan air tersebut.

2. Air laut
Mengenai hukum air laut dapat digunakan untuk bersuci, Rasulullah telah bersabda yang artinya:
Dan itu mensucikan airnya dan halal bangkainya.
Hadis di atas telah disahkan oleh Turmudzi, Bukhari, Ibnu Khibban, dan Ibnu Sakan.

3. Air sumur
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sahal R.A. bahwa para sahabat bertanya kepada Nabi, “ YA Rasulallah, apa Engkau berwudu dari sumur Budo’ah? Padahal orang-orang membuang pembalut darah haid ke dalamnya.” Nabi menjawab, “Bahwa air itu mensucikan dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya.”
Hadis ini dinyatakan Hasan oleh Turmudzi dan disahihkan oleh Imam Ahmad.

4. Air sungai
Dalam kitab Kifayatul Akhyar disebutkan bahwa menggunakan air sungai untuk bersuci hukumnya seperti menggunakan air sumur.

5. Air yang berasal dari mata air
Demikian juga dengan air dari mata air, dihukumi seperti air sumur

6. Air salju
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah ketika takbir dalam salat berhenti sebentar lalu beliau membaca Surat Al Fatihah. Saya bertanya kepada beliau, ‘Ya Rasulullah, apakah sebenarnya yang engkau baca?’ Lalu Nabi menjawab, ‘aku sedang membaca doa:
Ya Allah, jauhkan antara saya dan dosa-dosa saya sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah saya dari kesalahan-kesalahan saya sebagaimana pakaian yang putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, basuhlah saya dari segala kesalahan saya dengan air salju dan embun’.”
Hadis di atas diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

7. Air embun
Mengenai kebolehan menggunakan air embun untuk bersuci adalah dalil yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa bahwa air embun dan air salju boleh digunakan untuk bersuci.

Wallahu a’lam.

*Tulisan ini disarikan dari Kitab Kifayatul Akhyar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Taharah Sebelum Beribadah dalam Islam"

Post a Comment